Retorika Teknologi Milenial

Retorika Teknologi
  Pikiran dan perasaan penulis hanyut dalam syahdunya hujan malam ini. Sejuknya udara membuat pikiran dan hati ini jernih dan tenang menyikapi kondisi duniaku saat ini. Aku sadar hidup dalam dua dunia, nyata dan maya. Yang mana keduanya sangat jauh berbeda. Dengan kecanggihan teknologi yang jauh jaraknya kini terasa sangat dekat, hingga dunia ini telanjang hanya berjarak beberapa senti saja dan hanya butuh beberapa detik saja pesan kita diterima orang di seluruh penjuru dunia. Hal itu yang meyakinkan penulis bahwa kiamat makin dekat. Setelah saya buat status sosmed berkali-kali terbenak dalam hatiku, sebenarnya apa guna status itu? Kiranya yang ku upload apakah benar atau justru menyalahi aturan syari'at? Atau jangan-jangan malah merusak amal? Inilah yang menjadi problematika masyarakat midern saat ini. Status sosmed sebagai wadah kita kadang berkeluh kesah, ucapan maaf, terima kasih, selamat, pamer kegiatan, adanya pemikiran, quotes, dan banyak lagi. Mungkin semua itu tergantung dari niat kita mengguankannya. Kalau selagi untuk kebaikan, mengapa tidak?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bingkai Perempuan dalam Islam

Muhasabah Akhir Agenda Kuliah

Pornografi: Kebebasan Ekspresi, Kepentingan atau Penyimpangan Seks?