Kosmopolit Berduri
Kosmopolit mengangkasa, membungkam sejuta rasa Dominasi emosi meledak, mematikan pondasi kehidupan Suatu yang mulia dan berharga, tak lagi jadi permata Ternyata benar, apa kata badai gelap kemarin, dirimu hanya pemakai topeng kepalsuan Tabir telah tersingkap, cintamu tak suci nyatanya Kau buat permainan, cintamu kau politik demi semata-mata kepentingan dan kepuasan Kau hajar permata hati ini, hingga luka yang menyayat-nyatat Kau buat langkah masa depanku berdarah-darah Aku yang sudah terjatuh, terpuruk lebih dalam di ruang gelap dan pengap Tapi, kau tiada peduli secuil pun penderitaan yang kualami atas perlakuanmu Malah, dirimu melancarkan aksimu dengan pejabat petinggi negeri Sekali lagi, demi kepentinganmu sendiri bukan mengabdi pada umat dan negara Suatu keyakinan abadi, tiada pernah mengkhianati Bahwa yang berpegang teguh pada kebenaran akan memenangkan segalanya Aku tetap percaya, bahwa pertolongan Tuhan pasti mendekap Kasih sayang-Nya akan menghibur, keterpurukan akan menja...